Sepuluh tahun sudah sarah pergi meninggalkan kampung halamannya merantau nan jauh di negeri urang demi mencari kehidupan yang layak. Bukan keinginannya untuk meninggalkan keluarga diusia muda bertarung melewati waktu demi masa depan yang layak. Aku heran negeriku dijuluki "Orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman." Orang asing melihat negeriku bahwa begitu hebatnya sumber daya alam yang dimiliki, tetapi dalam hatiku mengapa begitu banyak anak bangsa terjajah oleh negerinya sendiri.
Sumber daya alam dikeruk oleh para komprador tidak bertanggungjawab yang mengatas namakan NKRI. Sistem hukum dirusak, KPK dilemahkan, Aparat Penegak Hukum disuap, Undang-Undang sebagai kekuatan legitimasi dikangkangi demi meloloskan kepentingan kaum hipokrit. Aku hanya tersenyum dinegeri orang melihat negeriku dijajah oleh bangsanya sendiri. Hutan yang luas ditebas begitu saja demi kepentingan konsesi lahan korporasi tanpa mempertimbangkan kerusakan lingkungan, hak tanah masyarakat adat dirampas, rakyat kecil dikriminalisasi, upah buruh jauh dari kata layak.
Padahal negeri kita adalah penghasil nikel terbesar nomor satu di dunia, penghasil crude palm oil terbesar dunia, penghasil emas nomor enam di dunia, penghasil batubara nomor tiga di dunia, dan masih banyak lagi sumber daya alam yang lainnya. Tetapi apa dampaknya yang kaya hanya segilintir orang, dan itu dapat diakses bagi mereka yang hanya memiliki akses pada kekuasaan. Ya bisnis rente. Rakyat melarat ya bodo amat.
Bahkan sejauh republik ini berdiri, baru kali ini laut bisa disertifikat dan dipagar puluhan kilometer panjangnya, sampai saat ini belum terungkap siapa dibalik dalang itu semua. Oligarki memang tidak bisa lepas, cengkramannnya sudah begitu kuat menikam leher kekuasaan.
Terkadang aku rindu sekali ingin balik kerumah besar itu. Ya rumah besar itu adalah rumah Indonesiaku. Rumah dimana aku dilahirkan, rumah dimana aku dibesarkan. Aku rindu bertemu mamak ku, aku rindu bertemu sahabatku, aku rindu kampung halamanku, aku rindu Indonesiaku.
Apakah bisa suatu saat ketika aku pulang kerumah besar itu merasakan kemerdekaan sesungguhnya, lapangan pekerjaan tersedia, pelayanan publik serba cepat, fasilitas pendidikan memadai, layanan kesehatan gratis, transportasi serba ramah lingkungan, dan sebagainya. Doaku semoga Indonesiaku baik-baik saja.

No comments:
Post a Comment