Tuesday, July 15, 2025

Spiritual Sebagai Benteng Jiwa

Manusia tidak terlepas dari sifat hilaf dan salah, pernah gak kalian berpikir bahwa apa yang kita inginkan, apa yang kita harapkan selama ini belum tercapai. Sebagai contoh ketika ada anak muda yang baru lulus Sekolah Menengah Atas ingin melajutkan studinya ke perguruan tinggi tetapi belum diterima di jurusan atau Universitas yang diharapkan, sedangkan sejak dibangku sekolah mereka selalu rajin belajar, latihan mengerjakan soal, disiplin, tetapi belum diterima. Ada juga kisah perjalanan seseorang pebisnis yang gagal berkali-kali sebelum pada akhirnya mereka mengalami keberhasilan yang luar biasa. Saya jadi teringat perjalanan hidup seorang tokoh sastra legendaris yaitu Joanne Kathleen atau lebih dikenal J.K Rowling, ya dia adalah penulis dari buku yang berjudul Harry Potter, siapa yang tidak mengenal serial buku atau film ini. Dari kalangan anak-anak, remaja, bahkan orang dewasa tahu. 

Namun sebelum sukses seperti sekarang, siapa yang menyangka bahwa wanita kelahiran 31 Juli 1965 ini pernah mengalami hidup yang sangat sulit terlunta-lunta karena miskin. Setelah dia bercerai akhirnya dia melanjutkan hobi menulisnya ini sehingga terbitlah bukunya seperti yang kita kenal seperti sekarang ini. Perlu diketahui perjalanan kehidupannya tidak semudah yang kita bayangkan, bahkan J.K Rowling pernah menjadi pengajar bahasa Inggris.

Naskah Harry Potter yang ditulisnya ini pernah mengalami penolakan dari berbagai penerbit. Penerbit menjelaskan bahwa buku ini terlalu panjang untuk dibaca, bahkan dianggap alur ceritanya tidak begitu menarik. Namun J.K Rowling tidak menyerah, hingga pada akhirnya pada tahun 1997 perjuangan wanita tangguh ini membuahkan hasil karena ada yang ingin menerbitkan bukunya. 

Awalnya buku yang terjual masih sedikit, namun lama-kelamaan buku ini makin dikenal oleh banyak orang. Bahkan sampai pernah terjual lebih dari 500 juta eksemplar dan diterjemahkan ke 80 bahasa. Kekayaan J.K Rowling berdasarkan informasi yang di publish oleh New York Time pernah mencapai 1.2 miliar dollar atau sekitar Rp.17,7 Triliun. Namun setiap orang tidak memiliki daya juang yang sama dalam pertarungan kehidupan ini, cerita diatas hanyalah simbol dari beberapa contoh kisah perjalanan hidup orang-orang yang sukses. 

Kebanyakan manusia tidak kuat menjalani proses, tantangan dan cobaan hidup, bahkan memilih berhenti ditengah jalan terhadap sesuatu yang pernah dia mulai. Tidak sedikit pula yang terus berlarut-larut dalam kesedihan disaat kondisi sedang sulit, bukan malah berpikir bagaimana cara dan solusi agar dapat kembali bangkit. Ketika kita mengalami kondisi seperti ini diperlukan kekuatan langit dan libatkan Allah SWT untuk terus berjuang mendapatkan apa yang kita inginkan. 

Mengapa saya mengatakan demikian? Karena tidaklah seseorang menemukan ketenangan jiwa kecuali mendekat kepada Rabbnya. Kekuatan spiritual sangat dibutuhkan dalam keadaan dan kondisi sulit. Menurut penelitian, bahwa agama dan keyakinan memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap kesehatan mental. Maniampra menyatakan bahwa agama dan keyakinan (spiritual) merupakan bagian dari "faktor budaya paling penting yang memberikan struktur dan makna pada nilai-nilai, perilaku, dan pengalaman hidup manusia". Ia juga menemukan bahwa banyak lembaga kesehatan dunia juga merujuk dan memanfaatkan nilai-nilai agama dan keyakinan untuk meningkatkan kesehatan mental.

Rusdin S. Rauf didalam bukunya yang berjudul “Quranic Law Of Attraction” menjelaskan bagaimana dahsyatnya kekuatan hukum ketertarikan. Sederhananya seperti ini, segala sesuatu yang kita pikirkan dengan segenap perhatian, energi, dan konsentrasi pikiran, baik hal yang positif maupun hal yang negatif, akan datang kedalam kehidupan kita. Saya ambil contoh, pernah gak kalian mengalami ketika waktu pagi mengalami mungkin kesal dengan anak, dengan pasangan, atau dengan orang lain. 

Kemudian ketika anda berangkat ke kantor dalam keadaan kesal maka tubuh anda akan dipengaruhi oleh pikiran anda, mungkin saja didalam perjalanan anda akan mengalami kemacetan, di kantor anda bertengkar dengan rekan kerja, dimarahi oleh atasan dll. Efek tersebut biasanya akan berlanjut sampai seharian penuh. Berbeda halnya apabila anda sejak bangun pagi sudah merasa ceria, bangun sholat subuh, olahraga pagi, membantu istri mempersiapkan perlengkapan anak pergi kesekolah. Dampaknya walaupun anda terjebak macet dijalan, berselisih paham dengan rekan kerja di kantor, bahkan dimarahi oleh atasan, anda akan merasa baik-baik saja dan akan menyelesaikan tanggungjawab tersebut dengan sukarela.

Itulah hebatnya bagaimana kekuatan hukum ketertarikan akan bekerja sesuai prasangka kita. Makanya didalam Islam kita selalu dianjurkan untuk selalu berprasangka baik dengan siapapun dan hal apapun. Dari Abu Hurairah RA, ia berkata bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda “Allah Ta’ala berfirman : Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku”. Sebagaimana juga dituliskan oleh Michael J. Losier (2007). Hukum Ketertarikan akan memberikan respon apapun yang anda pancarkan dengan mendatangkan getaran (pikiran dan perasaan) yang lebih banyak tak peduli getaran itu negatif ataupun positif. Oleh karena itu ketika kita mendapatkan musibah ataupun cobaan teruslah berpegang teguh pada kekuatan spiritual sebagai benteng jiwa kita. Minimal walaupun belum menemukan jalan keluar dalam sesuatu persoalan minimal jiwa kita tenang terlebih dahulu. Ketika jiwa kita tenang Inshaallah persoalan hidup yang sedang kita alami akan menemukan jalannya sendiri.

No comments:

Post a Comment

Distorsi Sistem Pendidikan di Indonesia

Saya adalah salah satu orang yang menyukai diskusi, dimanapun saya berada biasanya ada sesuatu yang harus saya gali dari setiap sisi manusia...