Tuesday, July 8, 2025

Selama ini Apa yang Kau Cari?


Kehidupan ini sejatinya memiliki siklus yang terus berulang. Dari tidak ada menjadi ada dan tidak ada lalu kemudian ada. tahukah anda umur bumi saat ini menurut ilmuwan sekitar 4,54 miliar tahun , sedangkan awal kehidupan menurut Amin Setyo Leksono, Ph.D. didalam bukunya yang berjudul “Sejarah Kehidupan (Perspektif Evolusi dan Kreasi)”, menjelaskan bahwa dalam ajaran Islam manusia pertama atau awal kehidupan dimulai saat terciptanya Nabi Adam. 

Dan sesungguhnya Allah telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk (QS. Al-Hijr 26). Manusia berasal dari segumpal darah (QS. Al-Alaq :1-5), dan setelah melewati beberapa tahapan dan sempurna kejadiannya, kemudian dihembuskan kepadanya roh ciptaan Tuhan (QS. Shaad : 71-72). Dari Adam, Tuhan kemudian menciptakan pasangannya (QS. Al-Araf : 189). Dari pasangan inilah manusia berkembang dengan berbagai suku bangsa dan agama. Lalu berdasarkan literatur Arkeologi Al-Quran (Quranic Archeology) Nabi Adam hadir ke Bumi pada akhir Mesolitikum dan awal Neolitikum. Dalam rentang tahun 33.000 SM (Sebelum Masehi), alias sekitar 35 ribu tahun yang lalu.

Dari sini kita dapat melihat bahwa begitu panjangnya kehidupan ini telah ada, sedangkan rata-rata umur manusia hidup dibumi hanyalah 75 tahun. Lalu mengapa kita masih sering lalai, jika kita sudah tahu bahwa hidup ini hanya sebentar. Seharusnya kita menggunakan waktu yang telah diberikan sang pencipta untuk hal-hal yang baik. (Qs. Al-Asr : 1-3) "Demi masa, sungguh manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran." 

Selain itu lakukanlah sesuatu yang bermanfaat, karena menurut Hadist Nabi Muhammad SAW, sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang mampu memberikan manfaat untuk orang lain. Namun masih banyak golongan dari anak-anak muda, remaja, bahkan yang dewasa sekalipun skeptis menjalani kehidupan ini. Kekhawatiran yang berlebihan tentang masa depan menyebabkan menurunnya tingkat produktifitas. Bahkan Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) merilis gangguan kecemasan mental mempengaruhi 301 Juta orang di dunia sepanjang lima tahun terakhir. Dan kemungkinan angka ini akan terus meningkat.

Gangguan kecemasan ini adalah bagian dari buruknya intelektual dan lemahnya spiritual. Tetapi apakah alasan-alasan tersebut menyebabkan hati kita mati lalu memutuskan untuk tidak berbuat apa-apa. Saya rasa itu keliru. Tuhan menciptakan kita dalam keadaan sempurna, maka hiduplah dengan berakal dan mati dengan beriman.

Didalam bukunya Imam Al-Ghazali dituliskan “Ketika kita mati lalu meninggalkan dunia ini, sejatinya ruh kita akan selalu hidup, yang mati hanyalah jasad atau fisik”. Semua perbuatan akan dipertanggungjawabkan dikemudian hari. Lalu apa yang kau cari selama ini? Masihkah kita menyia-nyiakan waktu kita untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, meratapi nasib tanpa ada action, selalu menyalahkan takdir, menyalahkan orang lain. Pikir hidup hanya sekali, maka gunakanlah waktumu sebaik-baiknya.


No comments:

Post a Comment

Distorsi Sistem Pendidikan di Indonesia

Saya adalah salah satu orang yang menyukai diskusi, dimanapun saya berada biasanya ada sesuatu yang harus saya gali dari setiap sisi manusia...