Seminggu yang lalu sepulang dari perkuliahan, saya duduk bertiga di teras kampus bersama rekan sekelas sembari menunggu waktu pulang. "Kasian ya jadi rakyat Indonesia ini" ujarku sembarang melemparkan topik pembicaraan. Hampir semua aktifitas rakyat tidak lepas dari pungutan pajak. Beli makan kena pajak, beli minum kena pajak, transaksi jual beli kena pajak, punya usaha kena pajak, punya kendaraan kena pajak, punya rumah kena pajak, punya gaji kena pajak dan masih banyak lagi.
Sebetulnya rakyat tidak protes jika serapan pajak tersebut dirasakan secara adil dalam bentuk pelayanan dasar seperti kesehatan, pendidikan, infrastruktur, dll. Namun faktanya kita selalu disuguhi oknum2 pejabat kita yang rakus, hedon, korupsi. Keringat rakyat yang diperas melalui instrumen pajak digunakan pejabat untuk menghidupi kemewahan dirinya, keluarga, bahkan selangkangannya.
Kadang saya merenung mau sampai kapan republik ini seperti ini, negara dengan sumber daya melimpah namun masih banyak rakyatnya yang miskin, terlantar, putus sekolah, pengangguran dimana mana, bahkan ada yang mau makan saja susah. Bertahun tahun rakyat tidak merasakan kesejahteraan yang sesungguhnya, sedangkan negara lain sudah melenting jauh kedepan mempersiapkan negaranya untuk menjadi negara digdaya.
Sedangkan kita masih jalan ditempat, ribut oleh persoalan yang remeh temeh, bagi2 kekuasaan, politik adu domba, demokrasi, tidak ada perubahan yang fundamental.
Tidak heran fenomena ini sebetulnya rakyat sadari sejak lama, namun percuma juga berbicara dengan kaum hipokrit yang ada malah dituduh penggiringan opini, tidak percaya dengan pemerintah, tidak berbicara dengan data, dan sebagainya. Lalu bagaimana solusinya ujar kawan?
Solusinya adalah kesadaran diri para elite politik sebagai tampuk kekuasaan tertinggi di republik ini, caranya dengan penegakan hukum tanpa tebang pilih, meminimalisasi partai politik, bentuk UU perampasan aset dengan pembuktian terbalik.
Dan satu lagi solusi yang lebih ampuh adalah tidak usah berharap dengan pemerintah, fokus saja bekerja, meningkatkan skill, punya integritas, tidak menipu, kerja keras dan berdoa. Dah gitu doang.

No comments:
Post a Comment