Wednesday, February 26, 2025

Teruslah Bodoh Jangan Pintar


Sepulang kerja aku duduk diteras rumah sembari menikmati secangkir kopi dan sebatang gulungan tembakau filter, tiba-tiba masuk notifikasi melalui pesan whatsapp. "Kak bisa anda ceritakan kejadian akhir-akhir ini apa yang sedang terjadi kepada ibu pertiwi tercinta ini." Dengan santai aku menjawab teruslah bodoh jangan pintar, semakin anda banyak tahu semakin anda kesal kepada pemangku kebijakan dibumi pertiwi ini.

Kenapa ya kak kita selalu dibohongi oleh pejabat kita, padahal kakak tahu gaji saya hanya sebatas UMR Provinsi, saya rela menyisihkan uang dari gaji saya untuk kegiatan operasional sehari-hari salah satunya untuk mengisi bahan bakar kendaraan. Saya rela beli pertamax dengan tujuan agar perawatan mesin lebih terjaga, ehh ini malah di oplos dengan pertalite. Sama aja dong klo gitu.

Dan gak tanggung-tanggung kerugian negara mencapai Rp. 193,7 Triliun. Itu yang diketahui baru tahun 2023 saja. Sedangkan Kejagung menjelaskan dugaan korupsi yang terjadi pada PT. Pertamina ini berlangsung sejak tahun 2018. Kalo kaya gini terus boleh gak si pindah negara aja, cape loh setiap hari kita disuguhi ketamakan para pemimpin kita. Sedangkan masyarakat selalu diperas keringatnya melalui instrumen pajak. "Pungkasnya sembari menunjukan rasa kesal." Pajak yang dipungut dari keringat rakyat digunakan untuk menfasilitasi kemewahan para direksi, komisaris, dan pejabat kita."

Kasus ini tidak mungkin terjadi bila tidak melibatkan banyak orang dik, "kataku sambil nyeletuk membalas pesan whatsapp." Permasalahannya pasti mendapatkan dukungan dari pihak manajemen yang ada. Apa pasal karena sekelas BUMN pasti diaudit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan diawasi oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), karena disitu ada dana subsidi dari negara. Apalagi jangka waktunya dari tahun 2018, tidak mungkin itu terjadi kalo tidak ada konspirasi antar pemegang kekuasaan.

Sudahlah kataku mulai dari sekarang tidak usah berharap kepada ibu tiwi, fokus saja kita kepada diri kita sendiri, fokus meningkatkan kemampuan, fokus kepada nilai-nilai yang membuat kita menjadi manusia unggul ditengah derasnya kehancuran moral hazard para pemimpin kita. Urusan mereka maling, urusan mereka zalim dengan rakyatnya biarlah kelak mereka bertanggungjawab terhadap sang penciptanya.




No comments:

Post a Comment

Distorsi Sistem Pendidikan di Indonesia

Saya adalah salah satu orang yang menyukai diskusi, dimanapun saya berada biasanya ada sesuatu yang harus saya gali dari setiap sisi manusia...